PLAGIAT

Pengertian Plagiat, sanksi plagiat untuk Mahasiswa dan Dosen
Plagiat merupakan pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dsb) sendiri, msl menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan
Sumber;
http://www.artikata.com/arti-345419-plagiat.html
Sanksi Plagiat Untuk Mahasiswa
1. Ketua jurusan/departemen/ bagian/lainnya yang sejenis harus membuat persandingan antara karya ilmiah mahasiswa tersebut dengan karya (ilmiah) yang diduga merupakan sumber yang dijiplak oleh mahasiswa tersebut
2. Ketua jurusan/departemen/ bagian/lainnya yang sejenis meminta seorang dosen sejawat sebidang untuk memberikan kesaksian secara tertulis tentang kebenaran plagiasi yang diduga telah dilakukan oleh mahasiswa tersebut
3. Mahasiswa yang diduga melakukan plagiat diberi kesempatan untuk melakukan pembelaan di hadapan ketua jurusan/departemen/bagian/ lainnya yang sejenis
4. Apabila berdasarkan persandingan dan kesaksian telah terbukti terjadi plagiat, maka ketua jurusan/departemen/bagian/lainnya yang sejenis berhak menjatuhkan sanksi kepada mahasiswa sebagai plagiator
5. Apabila salah satu dari persandingan atau kesaksian ternyata tidak terbukti adanya plagiasi, maka sanksi tidak dapat dijatuhkan dan harus dilakukan pemulihan nama baik terhadap mahasiswa tersebut
6. Sanksi bagi mahasiswa yang terbukti melakukan plagiat secara berurutan dari yang paling ringan sampai dengan yang paling berat terdiri atas:
• Teguran
• Peringatan tertulis
• Penundaan pemberian sebagian hak mahasiswa
• Pembatalan nilai atau beberapa matakuliah yang diperoleh mahasiswa
• Pemberhentian dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
• Pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
• Pembatalan ijazah apabila mahasiswa telah lulus dari suatu program
credit by :
laksmindrafitria
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang “Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi”
sanksi plagiat untuk dosen/peneliti/tenaga kependidikan
1. Pimpinan Perguruan Tinggi harus membuat persandingan antara karya ilmiah dosen/peneliti/tenaga kependidikan tersebut dengan karya (ilmiah) yang diduga merupakan sumber yang dijiplak oleh dosen/ peneliti/tenaga kependidikan tersebut
2. Pimpinan Perguruan Tinggi meminta senat akademik/organ lain yang sejenis untuk memberikan pertimbangan secara tertulis tentang kebenaran plagiasi yang diduga telah dilakukan oleh dosen/peneliti/ tenaga kependidikan tersebut
3. Sebelum senat akademik/organ lain yang sejenis memberikan pertimbangan, senat akademik/organ lain yang sejenis meminta komisi etik dari senat akademik/organ lain yang sejenis untuk melakukan telaah tentang kebenaran plagiat dan proporsi karya (ilmiah) pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiah dosen/peneliti/tenaga kependidikan yang diduga sebagai plagiator
4. Senat akademik/organ lain yang sejenis menyelenggarakan sidang dengan acara membahas hasil telaah komisi etik, dan mendengar pertimbangan dari para anggota senat akademik/organ lain yang sejenis, serta merumuskan pertimbangan yang akan disampaikan kepada pimpinan Perguruan Tinggi
5. Dosen/peneliti/tenaga kependidikan yang diduga melakukan plagiat diberi kesempatan untuk melakukan pembelaan di hadapan senat akademik/ organ lain yang sejenis
6. Apabila berdasarkan persandingan dan hasil telaah telah terbukti terjadi plagiat, maka senat akademik/organ lain yang sejenis merekomendasikan sanksi untuk dosen/peneliti/tenaga kependidikan sebagai plagiator kepada pimpinan Perguruan Tinggi
7. Apabila salah satu dari persandingan atau hasil telaah ternyata tidak terbukti adanya plagiasi, maka sanksi tidak dapat dijatuhkan dan harus dilakukan pemulihan nama baik terhadap dosen/peneliti/tenaga kependidikan tersebut
8. Sanksi bagi dosen/peneliti/tenaga kependidikan yang terbukti melakukan plagiat secara berurutan dari yang paling ringan sampai dengan yang paling berat terdiri atas:
• Teguran
• Peringatan tertulis
• Penundaan pemberian hak dosen/peneliti/tenaga kependidikan
• Penurunan pangkat dan jabatan akademik/fungsional
• Pencabutan hak untuk diusulkan sebagai guru besar/profesor/ ahli peneliti utama bagi yang telah memenuhi syarat
• Pemberhentian dengan hormat dari status sebagai dosen/peneliti/ tenaga kependidikan
• Pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai dosen/ peneliti/tenaga kependidikan
• Pembatalan ijazah yang diperoleh dari Perguruan Tinggi yang bersangkutan
credit by : laksmindrafitria
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang “Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi”